Berikut adalah ilustrasi
manfaat penggunaan kartu ID / ID Card: Saat semua menggunakan kartu ID / ID
Card maka kesan rapi dan formal sangat kelihatan sehingga memberi kesan positif
pada suasana kerja. Saat Customer / Tamu berkunjung kesan formal dan rapi dapat
dimunculkan. Customer / tamu tidak susah untuk mengenal dan meminta bantuan
kepada karyawan sesuai dengan divisi dan nama pada kartu ID / ID Card.
Memisahkan secara tegas antara karyawan dan non karyawan, anggota atau non
anggota untuk menjaga keamanan , penyusupan, dan hal-hal yang tidak diinginkan
. Dengan banyaknya jumlah karyawan dan divisi maka sangat susah bagi direksi
atau sesama karyawan untuk mengenali secara tepat divisi dan nama yang
bersangkutan untuk itu sangat tepat bila divisi yang berbeda memiliki warna
kartu yang berbeda. Dengan penggunaan kartu id maka sangat memungkinkan untuk
penerapan access control dimana hanya dengan kartu id seorang karyawan dapat
masuk keruangan yang bersangkutan. Kartu ID / ID Card juga dapat
digunakan sebagai alat pencatatan kehadiran atau absensi. karena Saat ini jenis
kartu ID / ID Card sangat bervariasi mulai dari kartu magnetik seperti yang
digunakan pada kartu ATM , Kartu proximity yang memiliki kandungan frekwensi
yang sering dipakai pada proses buka pintu atau absensi dimana kartu tidak
harus menyentuh atau digesek pada alat karena frekwensi yang dipancarkan, kartu
barcode dll.
Menurut Tjiptono (2000 : 110) loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjang. Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa kesetiaan terhadap merek diperoleh karena adanya kombinasi dari kepuasan dan keluhan. Sedangkan kepuasan pelanggan tersebut hadir dari seberapa besar kinerja perusahaan untuk menimbulkan kepuasan tersebut dengan meminimalkan keluhan sehingga diperoleh pembelian jangka panjang yang dilakukan oleh konsumen.
Loyalitas pelanggan sangat penting artinya bagi perusahaan yang menjaga kelangsungan usahanya maupun kelangsungan kegiatan usahanya. Pelanggan yang setia adalah mereka yang sangat puas dengan produk dan pelayanan tertentu, sehingga mempunyai antusiasme untuk memperkenalkannya kepada siapapun yang mereka kenal. Selanjutnya pada tahap berikutnya pelanggan yang loyal
tersebut akan memperluas “kesetiaan” mereka pada produk-produk lain buatan produsen yang sama. Dan pada akhirnya mereka adalah konsumen yang setia pada produsen atau perusahaan tertentu untuk selamanya. Philip Kotler (2001) menyatakan bahwa loyalitas tinggi adalah pelanggan yang melakukan pembelian dengan prosentasi makin meningkat pada perusahaan tertentu daripada perusahaan lain.
Dalam upaya untuk mempertahankan pelanggan harus mendapatkan prioritas yang lebih besar dibandingkan untuk mendapatkan pelanggan baru. Oleh karena itu, loyalitas pelanggan berdasarkan kepuasan murni dan terus-menerus merupakan salah satu aset terbesar yang mungkin didapat oleh perusahaan.














